profil lembaga

profil lembaga
Kebersamaan yang hakiki...

Selasa, 27 Juli 2010

Kantor Pemkab Madiun pindah ke Caruban

Bangun Jalan Tembus Bulu - Bojonegoro
Kab. Madiun, Bhirawa
Untuk mendukung rencana Pemkab Madiun kantornya pindah ke Caruban di Kecamatan Mejayan pada 2010 ini, Pemkab Madiun juga membangun jalan tembus mulai Desa Bulu Kecamantan Pilangkenceng ke perbatasan Kab. Bojonegoro sepanjang 7,8 Km dan lebar 3,5 meter dengan dana Rp5,5 miliar dari APBD I dalam waktu dekat ini dimulai pengerjaannya.
Jalan tembus Bulu ke perbatasan dengan Kab. Bojonegoro itu, diharapkan untuk dapatnya meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat. Lebih dari itu, jalan tembus tersebut, untuk memberdayakan Caruban menjadi kota ibukota Kabupaten Madiun. Juga untuk memberdayakan pula terminal bus di Caruban menjadi terminal bus transit dalam rangka penambahan PAD (Pendapatan Asli Daerah).
"Yang jelas, tekat Pemkab Madiun membuka jalan tembus Bulu - Bojonegoro itu sudah bulat. Karena dalam hal ini, antara Pemkab Madiun dan DPRD setempat juga menghendaki adanya jalan tembus tersebut,"tegas Bupati Madiun, H. Muhtarom, S.Sos dan Kepala DPU Bina Marga dan Cipta Karya Kab. Madiun Ir. Iswahyudi, M.Si didampingi Ir. Widodo, Kabid Jalan dan Jembatan dihubungi terpisah pekan lalu.
Dijelaskan Pemkab Madiun juga mantap untuk memberdayakan Caruban sebagai kota ibukota Kabupaten Madiun. Ini terbukti, sejak beberapa tahun lalu hingga sekarang ini Pemkab sudah mulai memindahkan pembangunan beberapa kantor dinas instansi terkait di sekitar Caruban.
Misalnya, gedung DPRD dan kantor DKP Kabupaten Madiun sudah dibangun di Desa Klitik Kecamatan Wonoasri, Kantor DPU Bina Marga dan Cipta Karya, kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Madiun keduanya di jalan Raya Madiun - Caruban - Surabaya, Rumah Sakit Daerah (RSD) di jalan jurusan Caruban - Ngawi. Serta didukung pembangunan lainnya seperti kantor Bank Jatim di Caruban, PT Telkom, PT PLN juga ada.
Ditanya, bagaimana dengan pendopo Kabupaten Madiun dan rumah dinas Bupati Madiun perlu pindah atau tidak?. Spontan, Muhtarom yang juga Ketua DPC PKB Kabupaten Madiun ini, mengatakan, "Wah kalau pendopo Kabupaten Madiun dan rumah dinas Bupati Madiun kiranya tidak mungkin kalau dipindah ke Caruban. Masalahnya, pendopo Kabupaten Madiun masih memiliki nilai historisnya,"tegasnya.
Yang jelas lanjutnya, jalan tembus Caruban - Bojonegoro tujuan utama untuk memberdayakan terminal bus di Caruban. Sebab, selama ini terminal bus di Caruban itu hanya sebagai terminal bus singgah, sehingga sangat minim sekali penambahan income untuk PAD.Tetapi kalau terminal bus caruban bisa menjadi terminal bus transit, minimal dapat menambah PAD Pemkab Madiun.
"Kalau memang terminal bus transit membutuhkan perluasan area terminal bus di Caruban tidak masalah. Di samping lokasinya masih memungkinkan, soal pendanaan kan dapat dibicarakan antara eksekutif dengan legislatif. Masalahnya, ini menyangkut kepentingan penambahan PAD, tentunya kedua belah pihak tentunya menyetujuinya,"tegas bupati.
Sementara Ir. Iswahyudi, M.Si, Kepala DPU Bina Marga dan Cipta Karya Kab. Madiun didampingi Ir. Widodo Kabid Jalan dan Jembatan menjelaskan pembangunan jalan tembus Bulu ke perbatasan Kab. Bojonegoro sepanjan 7,8 Km dan lebar 3,5 meter dengan dana Rp5,5 miliar dari APBD I 2010.
Jalan tembus Bulu ke Kab. Bojonegoro yang masuk jalan kelas III itu sebenarnya sudah ada tetapi kondisinya rusak. Misalnya, jalan 7,8 Km itu, sepanjang 2,2 Km jalan aspal tapi sudah rusak. Sepanjang 4,4 Km jalan berbatuan juga rusak ringan. Sepanjang 800 meter jalan masih jalan tanah.
"Yang jelas, jalan tembus Bulu - Bojonegoro itu, harus dilengkapi kanan kiri jalan dibangunkan saluran pembuang air hujan. Maksudnya, apabila ada hujan, air hujan bisa mengalir dan tidak menggenangi jalan tembus tersebut,"ungkap Ir. Widodo menjelaskan.
Dijelaskan pula, pada 2010 ini, Pemkab Madiun juga membangun jembatan Palur Kecamatan Kebonsari ke Desa Panji Kab. Magetan. Jembatan ini membentang diatas sungai Madiun sepanjang 75 meter lebar 6 meter dana Rp6,6 miliar dari APBD I tahun 2010. "Yanga pasti, untuk kedua proyek itu (jalan tembus Bulu-Bojonegoro dan pembangunan jembatan Palur - Panji Kab. Magetan) tahun 2010 ini pembangunannya harus jadi,"pungkasnya. [dar]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar